Peran Laboratorium Kultur Jaringan dalam Penelitian Biologi Transkripsi Gen dan Penyaringan Obat
Laboratorium Kultur Jaringan menyediakan solusi kultur jaringan untuk seluruh Perguruan Tinggi. Lab ini bertempat di Driftmoor 1414A dan memfasilitasi eksperimen biologi dan fisik tingkat profesional dan pascasarjana yang memberi siswa pengalaman kehidupan nyata dalam menumbuhkan, menangani, dan membiakkan sampel jaringan dari spesimen. Fasilitas ini juga memiliki elektrofotometer yang sangat canggih yang digunakan dalam banyak prosedur yang dilakukan di laboratorium. Elektrofotometer adalah salah satu alat paling berharga di laboratorium medis mana pun dan siswa di sini memiliki banyak kesempatan untuk menggunakannya secara efektif.
Siswa akan belajar cara mensterilkan dan menyiapkan media dengan benar sebelum digunakan di tangki aseptik. Setelah persiapan media yang tepat, kontaminan biologis dapat dimasukkan ke dalam kultur. Tangki aseptik dirancang untuk mendukung kultur mikroorganisme secara terus menerus. Media dapat disentrifugasi pada kecepatan tinggi untuk menghilangkan partikel besar air dan mempertahankan mikroorganisme dalam suspensi. Sampel diambil dan kultur ditentukan kemudian diuji virulensi dan warnanya.
Kultur dapat dianalisis untuk hasil positif dan negatif serta untuk nilai pH dan konsentrasi garam. Laboratorium kultur jaringan dilengkapi dengan instrumen yang lengkap seperti Electron Microscopy Capabilities, Thermo Student Assays, Therapeutic Infection Probe, dan Growthometers untuk pengujian spesies tanaman dan mikroorganisme. Siswa di lab juga dapat belajar tentang cara menggunakan berbagai pembersih biologis untuk membersihkan dan mendisinfeksi lingkungan serta media steril yang digunakan dalam proses tersebut. Mereka juga dapat belajar tentang penggunaan gel agarosa untuk kultur bakteri dan berbagai jenis media termasuk serum sel ikan untuk patogen virus dan jamur.
Semua bahan untuk aplikasi tersebut tersedia berdasarkan permintaan dan biaya lab umumnya tidak termasuk. Setelah menandatangani kontrak, siswa harus mendapatkan formulir yang sesuai dari departemen terkait dan mengembalikannya ke institusi setelah menyelesaikan studi. Biaya fasilitas dan penggunaannya tergantung pada fasilitas dan jenis studi yang dilakukan. Secara umum, laboratorium kultur jaringan dapat menampung hingga empat spesimen sekaligus.
Untuk memfasilitasi proses kultur, laboratorium harus menetapkan prosedur untuk menjaga semua mikroorganisme dalam lingkungan yang sama. Kelembaban relatif atau tekanan udara juga memainkan peran penting dalam proses kultur dan merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Kelembaban relatif membantu pertumbuhan mikroorganisme karena memungkinkan kondisi pertumbuhan yang tepat. Sistem pendingin udara memberikan kelembaban relatif yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas media kultur. Kelembaban relatif dan kontrol tekanan udara biasanya dikontrol dengan menggunakan pompa yang terhubung ke sistem drainase.
Cairan aseptik menyediakan lingkungan yang steril di mana sel-sel tumbuhan tumbuh. Spesies spesifik bakteri atau jamur yang diuji ditentukan oleh proses yang disebut deteksi koloni. Dalam kasus kultur sel tumbuhan, galur atau spesies yang berbeda diidentifikasi dengan menggunakan probe spesifik yang mampu menentukan identitas dan lokasi masing-masing spesies. Sampel dari kultur yang berbeda diuji untuk mengidentifikasi pengenceran yang tepat dari media pertumbuhan dan jenis media yang sesuai.
Baca Juga :
- Pemberdayaan Anak-Anak Desa Ononamolo Talafu Kabupaten Nias Berbasis Rumah Belajar Terintegrasi Smart Application
- Mahasiswa PHP2D UMA Melaksanakan Pemberdayaan Kelompok Perempuan Nelayan Berbasis Digital Mother School Di Desa Bawolowalani Nias Selatan
- Mahasiswa Magister Agribisnis UMA Sebagai Duta Petani Milenial Republik Indonesia 2021
Tag:binatang kawin silang, biologi, biologi atma jogja, biologi uajy, cara pengendalian mikroba, kuliah biologi, kultur jaringan hewan, manusia binatang, materi bioinsektisida, materi kuliah biologi atma, materi kuliah kultur jaringan hewan, mekanisme tindakan dalam pengendalian mikroba, mikrobiologi lanjutan, pengendalian, pengendalian mikroba, pengendalian mikroorganisme, persilangan manusia dan hewan, prodi teknologi laboratorium medis, universitas bina nusantara

