Pengendalian Penyakit Tungro Dengan Bioinsektisida Pada Tanaman Padi

Bioinsektisida merupakan mikroorganisme yang bisa digunakan selaku agen pengendalian serangga hama. Pemanfaatan bioinsektisida selaku agen biologi pada pengendalian hama ialah salah satu komponen pengendalian hama terpadu( PHT).
Ada 6 kelompok mikroorganisme yang bisa dimanfaatkan selaku bioinsektisida, ialah cendawan/ jamur, kuman, virus, nematoda, protozoa, serta rickettsia.
Pemakaian insektisida nabati/ bioinsektisida dalam pengendalian hama tumbuhan ialah salah satu alternative penggalakan pemakaian bahan natural ramah area. Sepanjang ini memakai insektisida kimia tidak sanggup membongkar permasalahan apalagi bisa memunculkan permasalahan baru semacam terjalin resurgensi hama, terbunuhnya musuh natural, serta pencemaran area.
Oleh sebab itu pengendalian hama secara terpadu absolut dicoba. Salah satu komponen pengendalian hama secara terpadu yang memiliki prospek yang lumayan baik merupakan pemanfaatan cendawan entomopatogen.
Salah satu Biointsektisida yang sudah digunakan dalam pengendalian penyakit tungro ialah Cendawan Entromopatogen Metarizhium anisopliae, Beauveria bassiana serta Verticillium lecanii. Cendawan entomopatogen ialah cendawan yang sifatnya patogenik( pemicu penyakit) pada serangga/ hama.
Pengendalian biologi dengan menggunakan cendawan yang patogenik serangga( entomopatogen) berpotensi buat dibesarkan dalam memencet populasi wereng hijau sehingga secara otomatis pula bisa memencet keseriusan penyakit tungro.
Metarizium anisopliae merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang tercantum dalam divisi Deuteromycotina: Hyphomycetes. Meter. anisopliae sudah lama digunakan selaku agen biologi serta bisa menginfeksi sebagian tipe serangga.
Keefektifan cendawan entomopatogen didetetapkan oleh keadaan area, semacam curah hujan serta cahaya matahari spesialnya cahaya ultra violet yang bisa mengganggu konidia cendawan( Tanada serta Kaya 1993; Wahyunendo 2002; Prayogo 2004; Suharsono serta Prayogo 2005).
Konidia ialah salah satu organ infektif( propagule) cendawan yang menimbulkan peradangan pada integumen serangga yang diakhiri dengan kematian. Oleh sebab itu, konidia cendawan tersebut butuh dilindungi waktu diaplikasikan, baik dengan bahan perekat ataupun bahan pembawa sehingga pengaruh kurang baik tersebut bisa dieliminir.
Sumber: Loka Penelitian Penyakit Tungro
Tag:cara mengendalikan penyakit tungro pada tanaman padi, cara mudah atasi penyakit tungro pada tanaman padi sawah, cara pengendalian penyakit tungro, pengendalian padi tungro, pengendalian penyakit blas pada padi, pengendalian penyakit tungro, pengendalian penyakit tungro pada padi, penyakit kresek tanaman padi, penyakit padi, penyakit tanaman padi, penyakit tungro, penyakit tungro dan pengendaliannya, penyakit tungro padi, penyakit tungro tanaman padi

