5 Langkah Penting Pemimpin untuk Menghadapi Perubahan Tempat Kerja Akibat Pandemi
Setahun yang lalu, COVID- 19 memforsir banyak industri memulangkan karyawan– kerapkali dengan laptop serta doa.
Saat ini, dengan permasalahan COVID yang mereda serta vaksinasi bertambah, prospek buat kembali ke rutinitas kantor yang lama nampak lebih bisa jadi. Namun apakah karyawan mau berkumpul kembali ke gedung apalagi kala gedung telah nyaman lagi? Haruskah industri menghilangkan Zoom serta mengembalikan tempat kerja ke metode saat sebelum COVID?
Jawabannya merupakan: Tidak.
Paling tidak itu bukan pekerjaan masa depan yang dibayangkan oleh sebagian anggota fakultas Harvard Business School. Mereka berkata tempat kerja semacam yang kita tahu hendak hadapi banyak pergantian. Tidak cuma pekerjaan jarak jauh untuk karyawan, namun pula sebab pandemi sudah menantang pemikiran konvensional tentang pekerjaan dengan metode lain, pula– bisa jadi secara permanen.
Jadi, gimana para pemimpin menghasilkan dunia kerja baru yang hendak membuat karyawan senantiasa senang serta produktif pasca- COVID?

Bagi Michael Beer, prof di Cahners- Rabb Professor of Business Administration, serta pula penulis novel Bugat to Compete: Why Honest Conversations about Your Company’ s Capabilities Are the Key to a Winning Strategy membagikan pendapatnya kalau dalam suasana yang demikian hendaknya pemimpin wajib lebih kerap berhubungan secara jujur dengan staf mereka.
“ Tiap eksekutif senior yang bertanggung jawab mau mengenali pergantian apa yang di idamkan karyawan di masa pasca- COVID. Yang benar merupakan, cuma karyawan Kamu yang bisa berikan ketahui Kamu gimana mereka berganti akibat pandemi serta kenapa. Mencari ketahui gimana karyawan mau bekerja– rumah ataupun kantor– lewat survei sangat simpel. Kamu mau mengenali segala kebenaran. Kamu memerlukan obrolan publik yang jujur, kolektif, serta internal,” jelasnya.
Jujur, sebab tiap orang menginginkan segala kebenaran yang bisa dihalangi oleh rasa khawatir buat berdialog. Kolektif, sebab kita pula mau mendengar dari segala karyawan di segala organisasi. Publik secara internal, sebab selaku pemimpin kita mau seluruh karyawan ketahui kalau kita lumayan hirau buat bertanya serta menginginkan kebenaran yang sejujurnya. Itu sendiri hendak sangat menolong tingkatkan keyakinan serta komitmen.
Berikut sebagian anjuran buat interkasi jujuryang berhasil:
1. Fokuskan interaksi pada perihal yang sangat berarti. Apa yang mau kalian pelajari?
2. Menguasai keyakinan atas kejujuran yang sudah diberikan. Buatlah regu yang terdiri dari 8 ataupun lebih karyawan sangat terpercaya buat ditugaskan oleh regu senior guna menekuni kejujuran dengan melaksanakan wawancara dengan karyawan di segala industri.
3. Merenungkan, mendiagnosis, serta meningkatkan rencana aksi. Kebijakan serta aplikasi apa yang wajib terdapat buat dunia pasca- COVID?
4. Peruntukan diri kita serta regu senior bertanggung jawab kepada organisasi serta orang- orangnya. Beri ketahui mereka apa yang kita dengar– yang baik, yang kurang baik, serta yang kurang baik– serta apa yang kita rencanakan serta mintalah feedback. Tidak terdapat yang wajib dirahasiakan sebab itu membangun keyakinan.
5. Jalankan pergantian, kemudian ulangi prosesnya secara berkala. Cek kemajuan buat menekuni tentang hasil yang tidak terduga serta tidak di idamkan serta jalani koreksi di tengah jalur.
Tag:cara memimpin perubahan, cara menghadapi perubahan, efektif memimpin perubahan, efektif mengelola perubahan, manajemen perubahan, memahami perubahan, memimpin dengan hati, memimpin perubahan, memimpin tim dalam perubahan, mengelola perubahan, menghadapi perubahan, motivasi untuk bangkit, pemimpin, pemimpin yang baik dan benar, pemimpin yang efektif dan masing, seni memimpin bawahan, sukses memimpin perubahan, sukses menghadapi perubahan, tahap perubahan

