Perbedaan Format Skripsi dan Jurnal yang Wajib Diketahui Mahasiswa

Banyak mahasiswa yang baru selesai sidang skripsi sering ditugaskan untuk mengubah skripsinya menjadi artikel jurnal ilmiah. Masalahnya, tidak semua langsung paham apa saja yang beda antara skripsi dan jurnal. Padahal, keduanya punya struktur dan gaya penulisan yang cukup berbeda meski membahas topik yang sama.
Skripsi biasanya ditulis lengkap, detail, dan mendalam karena tujuannya untuk memenuhi syarat kelulusan. Sedangkan jurnal ilmiah lebih singkat, padat, dan langsung ke poin-poin penting karena ditujukan untuk publikasi penelitian.
1. Jumlah Halaman dan Panjang Tulisan
Kalau skripsi bisa sampai 60-100 halaman atau lebih, jurnal ilmiah umumnya cuma 6-15 halaman saja. Jurnal harus to the point, nggak bisa panjang-panjang kayak skripsi. Di sinilah tantangannya, karena perlu menyaring bagian-bagian penting dari skripsi dan menyingkatnya tanpa menghilangkan esensi penelitian.
2. Gaya Penulisan
Penulisan dalam skripsi cenderung formal dan sangat rinci. Banyak bagian diuraikan panjang lebar, termasuk dasar teori dan tinjauan pustaka. Di jurnal, penulisan harus lebih ringkas, lugas, dan menggunakan gaya penulisan ilmiah yang lebih umum digunakan di publikasi akademik. Gaya penulisan jurnal sering kali mengikuti panduan dari jurnal tujuan, misalnya APA, IEEE, atau Vancouver Style.
3. Struktur Isi
Struktur skripsi biasanya mengikuti format kampus: BAB I Pendahuluan, BAB II Tinjauan Pustaka, BAB III Metodologi, dan seterusnya. Sementara jurnal umumnya menggunakan format IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), tanpa perlu pemisahan bab seperti skripsi. Jadi, semua poin penting disatukan dalam format yang lebih mengalir dan efisien.
4. Abstrak
Abstrak di skripsi biasanya panjang dan bisa sampai setengah halaman atau lebih. Isinya bisa memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, hasil, hingga kesimpulan. Sedangkan abstrak jurnal jauh lebih pendek dan fokus pada inti penelitian. Umumnya cuma 150–250 kata, dan harus bisa menjelaskan seluruh isi artikel dengan padat dan jelas.
5. Kata Kunci
Skripsi biasanya menyertakan 3–5 kata kunci, kadang hanya formalitas. Tapi di jurnal, kata kunci sangat penting karena memengaruhi pencarian di database ilmiah. Pemilihan keyword yang tepat bisa membuat artikel lebih mudah ditemukan oleh pembaca atau peneliti lain. Jadi penting banget memilih kata yang paling mewakili isi tulisan.
6. Landasan Teori
Di skripsi, bagian landasan teori bisa sangat panjang karena harus menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap teori yang digunakan. Bahkan bisa mencapai beberapa bab. Tapi di jurnal, teori biasanya disisipkan langsung dalam bagian pendahuluan atau dibahas singkat dalam metode, tanpa terlalu banyak penjelasan yang bertele-tele.
7. Metode Penelitian
Metode di skripsi ditulis sangat detail: mulai dari jenis penelitian, lokasi, waktu, teknik pengumpulan data, analisis data, dan sebagainya. Di jurnal, metode dijelaskan secara singkat tapi tetap jelas. Fokusnya adalah bagaimana pembaca bisa memahami proses penelitian dan bisa mereplikasi metode kalau dibutuhkan.
8. Hasil dan Pembahasan
Di bagian ini, skripsi biasanya memisahkan hasil dan pembahasan jadi dua subbab berbeda. Tapi di jurnal, keduanya digabung menjadi satu agar pembaca bisa langsung memahami hubungan antara data dan analisisnya. Penulis jurnal juga dituntut untuk lebih tajam dalam menafsirkan hasil penelitian, bukan sekadar menyajikan data.
9. Daftar Pustaka
Jumlah referensi di skripsi mungkin terbatas, dan formatnya disesuaikan dengan pedoman kampus. Sedangkan di jurnal, referensi harus berasal dari sumber-sumber terpercaya dan terbaru, biasanya dari jurnal ilmiah juga. Format penulisan daftar pustaka pun mengikuti gaya sitasi jurnal tujuan. Cek ulang apakah sudah pakai Mendeley atau Zotero biar nggak salah format.
10. Bahasa dan Istilah
Bahasa dalam skripsi umumnya menggunakan bahasa Indonesia, kecuali untuk program studi internasional. Sementara jurnal ilmiah, apalagi yang ingin masuk ke jurnal terakreditasi atau jurnal internasional, seringkali ditulis dalam bahasa Inggris. Pemilihan istilah juga harus disesuaikan dengan standar penulisan ilmiah agar lebih profesional dan akademis.
11. Tujuan Penulisan
Tujuan utama skripsi adalah syarat akademik untuk lulus kuliah. Tapi jurnal dibuat untuk publikasi ilmiah, menyebarkan hasil penelitian, dan berkontribusi terhadap keilmuan di bidang tertentu. Karena itu, artikel jurnal ditulis dengan mempertimbangkan siapa yang akan membacanya, dari peneliti lain sampai dosen atau profesional.
12. Proses Revisi dan Review
Setelah skripsi disetujui pembimbing dan lulus sidang, biasanya sudah selesai. Tapi jurnal harus melalui proses review, bisa dari dosen, tim redaksi jurnal, bahkan peer reviewer. Bisa jadi ditolak, disuruh revisi besar-besaran, atau diminta mengubah beberapa bagian. Jadi harus siap mental menghadapi proses publikasi jurnal ini.
13. Originalitas dan Plagiarisme
Skripsi memang harus orisinal, tapi jurnal punya standar lebih tinggi lagi. Banyak jurnal mensyaratkan tingkat kemiripan (similarity index) di bawah 20% atau bahkan 10%. Jadi sebelum kirim jurnal, penting banget dicek pakai Turnitin atau alat cek plagiarisme lain biar aman dan tidak ditolak di awal proses seleksi.

