Universitas Katolik Santo Thomas Medan Lakukan Benchmarking SPMI ke UMA

Biro Penjaminan Mutu dan Informasi Digital (BPMID) Universitas Medan Area (UMA) menerima kunjungan dari Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Katolik Santo Thomas Medan dalam rangka kegiatan Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, pukul 13.30–15.30 WIB, dan dilaksanakan di Ruang Rapat BPMID UMA.
Benchmarking ini bertujuan memperkuat sinergi antar perguruan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan SPMI. Fokus utama kegiatan meliputi aspek monitoring dan evaluasi, audit mutu internal, sistem informasi mutu, serta proses akreditasi program studi sebagai upaya peningkatan mutu berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala BPMID UMA, Dr. M. Khahfi Zuhanda, S.Si., M.Si., bersama jajaran pimpinan di lingkungan BPMID, yakni Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal (PPMI) dan Kepala Pusat Penjaminan Mutu Eksternal (PPME). Dalam sambutannya, Dr. Khahfi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh LPM Universitas Katolik Santo Thomas Medan kepada UMA sebagai mitra benchmarking, sekaligus memperkenalkan struktur organisasi, profil unit kerja, serta implementasi sistem pengelolaan dokumen mutu yang telah berjalan di UMA.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari Kepala LPM Universitas Katolik Santo Thomas Medan beserta anggota tim. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif, membahas berbagai praktik unggulan dalam pelaksanaan SPMI, tantangan yang dihadapi, serta strategi peningkatan mutu berkelanjutan di masing-masing institusi.

Sebagai bentuk penghargaan, Kepala LPM Universitas Katolik Santo Thomas Medan menyerahkan cenderamata kepada Kepala BPMID UMA. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antar institusi pendidikan tinggi dalam mewujudkan tata kelola mutu yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca Juga :

