Fakultas Pertanian UMA Gelar Coaching PKL untuk Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Fakultas Pertanian Universitas Medan Area mengadakan kegiatan Coaching Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bentuk persiapan bagi mahasiswa yang akan terjun langsung ke lapangan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan strategi lapangan yang relevan, khususnya dalam menghadapi dinamika agribisnis serta tantangan nyata yang dialami petani di tingkat akar rumput.
Dalam kegiatan tersebut, digelar seminar bertema “Agribisnis dan Diferensiasi Produk Pertanian” yang menghadirkan narasumber Yareli, S.T., seorang Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua Koperasi Mekar Nusantara di Sidodadi. Sejak tahun 2014, Yareli telah aktif mendampingi petani dalam mengembangkan usaha tani berbasis koperasi dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam memahami praktik agribisnis secara langsung.

Dalam pemaparannya, Yareli menekankan pentingnya diferensiasi produk sebagai strategi agar petani tidak selalu terjebak pada fluktuasi harga pasar. Ia mencontohkan bagaimana cabai segar dapat diolah menjadi saus cabai atau cabai blender untuk dijual ke pesantren-pesantren besar di sekitar Medan. Produk olahan ini dinilai lebih praktis dan efisien bagi konsumen, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Yareli juga mengangkat isu ketimpangan dalam penentuan harga. Ia menyampaikan bahwa petani sering kali tidak memiliki kendali atas harga pupuk maupun hasil panen. “Harga pupuk ditentukan oleh pihak lain, harga panen pun ditentukan oleh pasar. Petani hanya menerima,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menyoroti bahwa harga acuan dari pusat (Jakarta) sering kali tidak merepresentasikan kondisi riil di daerah, terutama saat musim panen. Untuk itu, ia mendorong mahasiswa sebagai calon pelaku pertanian masa depan untuk memahami pentingnya kemandirian petani, termasuk tidak selalu bergantung pada pestisida kimia dalam menghadapi serangan hama.
Salah satu poin penting lainnya adalah perlunya kemitraan dalam distribusi hasil panen. Petani didorong untuk membangun hubungan kemitraan dengan lembaga atau komunitas, seperti pesantren, koperasi, maupun pasar lokal, agar rantai distribusi lebih efisien dan berkeadilan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali secara teknis, namun juga secara mindset—untuk berpikir inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap persoalan riil di dunia pertanian. Diharapkan, setelah mengikuti PKL nanti, mahasiswa mampu mengintegrasikan teori dengan kondisi nyata di lapangan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Baca Juga :

