Tim PKM UMA dan UMN Berikan Edukasi Pemilihan Makanan Sesuai SNI kepada Ibu-Ibu Pengajian PWBI

Tim dosen kolaboratif dari Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu pengajian PWBI mengenai pemilihan makanan fast food ayam krispi lokal yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan halal.
PKM ini melibatkan tim dari berbagai disiplin ilmu, yakni Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT, dosen Teknik Industri UMA, bersama Yayuk Putri Rahayu, S.Si., M.Si., Apt., Haris Munandar Nasution, S.Farm., M.Si., serta Dr. Supiyani, M.Si., yang merupakan dosen Farmasi dari UMN Al-Washliyah.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian, tentang pentingnya memilih makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan kehalalan yang ditetapkan oleh SNI.

Dalam kegiatan ini, tim PKM UMA dan UMN Al-Washliyah berkoordinasi dengan Lurah serta Kelompok Ibu-Ibu Pengajian Persatuan Wirid Batak Islam (PWBI) di Kelurahan Kwala Bekala sebagai mitra dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilihan makanan cepat saji ayam krispi lokal yang memenuhi standar SNI dan halal.
Materi yang disampaikan dalam penyuluhan ini berfokus pada edukasi mengenai pemilihan makanan fast food ayam krispi lokal yang sesuai dengan standar SNI dan halal. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar mampu memilih makanan yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Metode yang diterapkan dalam PKM ini berupa sosialisasi melalui ceramah edukatif tentang pentingnya memilih makanan ayam krispi lokal yang sesuai standar serta memberikan contoh praktis cara memilih produk yang memenuhi kriteria SNI dan halal.

Tim PKM juga menyoroti pentingnya konsep “halalan thayyiban” dalam Islam, yang mengajarkan bahwa makanan tidak hanya harus halal tetapi juga bersih, bergizi, dan sehat untuk dikonsumsi. Konsep ini menjadi landasan dalam membentuk kebiasaan konsumsi makanan yang lebih baik di kalangan masyarakat, khususnya bagi ibu-ibu pengajian PWBI yang sebagian besar merupakan mualaf dengan pengetahuan agama yang masih terbatas.
Edukasi ini menjadi penting mengingat seringnya kasus kontaminasi dan keracunan mikroba pada ayam yang tidak ditangani secara higienis. Oleh karena itu, melalui PKM ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan dan konsumsi makanan yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan, guna menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga :

