UMA dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros Lakukan Benchmarking Pengelolaan Limbah Kulit Durian

Universitas Medan Area (UMA) bersama PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros menggelar kegiatan benchmarking pengelolaan limbah kulit durian sebagai bagian dari upaya mendukung program berkelanjutan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjalin kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang mendesak.
Melalui sinergi ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus memperkuat peran aktif dalam penerapan teknologi pengolahan limbah yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh jajaran sivitas akademika UMA, di antaranya Kepala Pusat Kampus Hijau UMA, Bapak Saipuh Sihotang; Kepala Bidang Green Metric UMA, Dr. Nisfa Hanim, S.Si., M.Si.; serta para narasumber ahli, yaitu Dr. Effiati Juliana Hasibuan, M.Si; Bobby Umroh, S.T., M.T.; dan Dr. Ahmad Prayudi, S.E., M.M. Turut hadir pula Kepala Biro Informasi, Promosi, dan Kemitraan UMA, Bapak Dian Fajar Prayoga, S.Kom.

Sementara dari pihak PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros, hadir Yunianto Arif Suryawan selaku Supervisor HSSE & Fleet Safety; Agil Bagus sebagai Junior Supervisor HSSE; serta dua Comdev Officer, Zukhruf Arifin dan Muhson Arifin. Kepala Desa Alasmalang, Bapak Katam, juga turut ambil bagian dan memberikan dukungan terhadap inisiatif pemanfaatan potensi limbah lokal di wilayahnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendalami praktik pemanfaatan limbah kulit durian dan bahan-bahan alami lainnya menjadi produk-produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Selain bertujuan mengurangi dampak pencemaran lingkungan, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk inovatif berbasis limbah organik.

Diskusi interaktif yang berlangsung menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, sektor industri, dan pemerintahan desa untuk mewujudkan ekosistem pengelolaan limbah yang terintegrasi, efisien, dan berbasis kearifan lokal.

Dengan terlaksananya kegiatan benchmarking ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan inovasi lingkungan yang tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga :

