Cara Menentukan Bagian Penting dari Skripsi untuk Dijadikan Jurnal

Banyak mahasiswa bingung saat disuruh membuat jurnal dari skripsi. Padahal, jurnal ilmiah itu bukan hal yang menakutkan, asal tahu bagian mana yang perlu diambil dari skripsi. Karena jurnal biasanya punya batasan jumlah kata dan struktur yang lebih ringkas, jadi gak semua isi skripsi bisa dimasukkan begitu saja.
Nah, biar prosesnya gak bikin pusing tujuh keliling, di sini akan dibahas cara gampang memilah bagian penting dari skripsi supaya bisa dijadikan artikel jurnal yang enak dibaca dan layak untuk publikasi.
1. Fokus ke Inti Penelitian
Skripsi itu biasanya panjang banget, bisa sampai 100 halaman atau lebih. Tapi jurnal? Paling cuma sekitar 10 sampai 15 halaman. Jadi, kuncinya ada di menyaring informasi yang benar-benar penting. Fokus ke inti penelitian.
Inti penelitian itu biasanya berupa:
- Tujuan penelitian
- Masalah utama yang diangkat
- Metodologi yang digunakan
- Hasil utama yang ditemukan
- Pembahasan singkat dan rekomendasi
2. Buat Abstrak yang Ringkas Tapi Padat
Abstrak jadi bagian paling pertama yang dibaca oleh orang, termasuk reviewer jurnal. Jadi, perlu dibuat seefektif mungkin. Dalam skripsi, abstrak bisa lebih bebas. Tapi di jurnal ilmiah, biasanya dibatasi maksimal 200-250 kata.
Isi dari abstrak sebaiknya mencakup: latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan sementara. Gunakan bahasa yang langsung ke poinnya. Gak perlu pakai kutipan atau referensi.
3. Latar Belakang Diringkas
Di skripsi, bagian latar belakang bisa panjang lebar. Tapi di jurnal, cukup singkat saja. Ambil inti dari alasan kenapa penelitian dilakukan, masalah apa yang ingin diselesaikan, dan kenapa topik itu penting untuk dibahas.
Buat dua sampai tiga paragraf saja yang langsung to the point. Bisa juga tambahkan sedikit data atau fakta untuk memperkuat urgensinya.
4. Tinjauan Pustaka Jangan Terlalu Banyak
Di skripsi, bagian tinjauan pustaka bisa sampai belasan halaman. Tapi di jurnal, cukup beberapa kutipan penting saja yang benar-benar relevan. Pilih literatur yang terbaru dan mendukung hipotesis atau fokus utama penelitian.
Tujuan dari bagian ini di jurnal cuma buat menunjukkan bahwa penelitian ini punya dasar ilmiah yang kuat. Jadi, kutip seperlunya, jangan sampai terlalu banyak sampai bikin pembaca bosan.
5. Metodologi yang Padat dan Jelas
Metode penelitian di skripsi bisa dijelaskan sangat rinci, mulai dari waktu dan tempat penelitian sampai peralatan yang digunakan. Di jurnal, cukup cantumkan jenis metode, populasi dan sampel, teknik pengambilan data, serta cara analisis datanya.
Penjelasan yang terlalu teknis bisa disimpan. Kecuali memang metode yang dipakai tergolong unik atau jarang digunakan, maka bisa diberi sedikit penekanan.
6. Hasil Penelitian Diambil yang Paling Mencolok
Saat menulis bagian hasil, jangan semuanya dimasukkan. Pilih hasil yang paling relevan dengan tujuan penelitian. Gunakan tabel atau grafik untuk memperjelas, tapi jangan kebanyakan.
Jika ada temuan kecil yang gak begitu berpengaruh ke tujuan utama, lebih baik disimpan untuk publikasi lain atau cukup disebut sekilas di bagian diskusi.
7. Pembahasan Harus Singkat Tapi Kuat
Bagian pembahasan harus menunjukkan pemahaman terhadap hasil yang ditemukan. Bandingkan dengan teori atau penelitian sebelumnya. Jelaskan kenapa hasilnya seperti itu dan apa artinya dalam konteks yang lebih luas.
Hindari mengulang-ulang hasil penelitian di bagian ini. Fokus pada makna dan interpretasi. Kalau bisa, tambahkan juga saran untuk penelitian lanjutan atau penerapan di dunia nyata.
8. Referensi Jangan Lupa Disesuaikan
Referensi dalam jurnal biasanya lebih selektif. Cukup 10-20 sumber saja yang benar-benar mendukung. Pastikan menggunakan gaya kutipan yang sesuai dengan pedoman jurnal tujuan, misalnya APA, IEEE, atau Vancouver.
Jika menggunakan aplikasi seperti Mendeley atau Zotero, akan lebih mudah dalam pengelolaan referensi ini.
9. Cek Format Jurnal Tujuan
Setiap jurnal punya template dan gaya penulisan yang berbeda. Jadi sebelum menyusun ulang skripsi, cek dulu pedoman penulisan dari jurnal yang dituju. Apakah pakai dua kolom, berapa jumlah kata maksimal, atau harus menyertakan struktur tertentu.
Menyesuaikan dari awal akan menghemat banyak waktu, daripada harus bolak-balik revisi saat naskah sudah selesai.
10. Konsultasi dengan Dosen Pembimbing
Meskipun skripsi sudah selesai, jangan sungkan untuk konsultasi ulang dengan dosen. Tanyakan bagian mana yang sebaiknya dimasukkan ke jurnal, dan mana yang bisa dilepas. Dosen biasanya sudah berpengalaman menerbitkan jurnal, jadi bisa kasih masukan yang tepat.
Bisa juga minta bantuan untuk jadi co-author atau membantu menyusun struktur kalimat agar lebih sesuai standar publikasi ilmiah.

