Pakar Universitas Medan Area Edukasi Siswa SMK Jaya Krama tentang Bahaya Narkoba dan Tawuran

Dalam rangka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung pada 14–18 Juli 2025, SMK Jaya Krama Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menghadirkan sejumlah pakar dari Universitas Medan Area (UMA) untuk memberikan edukasi kepada para peserta didik baru. Materi yang disampaikan berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba dan tawuran, sebagai bagian dari upaya sekolah membekali siswa dengan pengetahuan serta nilai-nilai positif yang membentuk perilaku dan karakter sejak awal masa studi.
Kepala SMK Jaya Krama Beringin, Ibu Misnah, S.Pd., menuturkan bahwa keterlibatan para akademisi dari UMA, yang merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul, diharapkan mampu memberikan pencerahan dan motivasi bagi para siswa agar terhindar dari pengaruh negatif di lingkungan sekitar. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, dan kehadiran para pakar menjadi bagian penting dalam membangun fondasi moral generasi muda.
“Kami percaya bahwa kehadiran para pakar dari UMA akan mampu mentransfer pengetahuan dan membentuk pola pikir positif bagi siswa kami, agar mereka tumbuh menjadi individu yang berperilaku baik di sekolah, di rumah, dan di lingkungan pergaulannya,” ujar Misnah.
Sejumlah narasumber dari UMA yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Assoc. Prof. Rudi Salam Sinaga (pakar sosial politik), Assoc. Prof. Rizkan Zulyadi (pakar hukum), dan Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan (pakar ekonomi).

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Rudi Salam Sinaga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat agar terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan tawuran. Ia juga mengajak siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Assoc. Prof. Rizkan Zulyadi memberikan pemahaman tentang kesadaran hukum, menanamkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan.
Assoc. Prof. Syahbudin Hasibuan mendorong siswa agar memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan produktif, seperti membudidayakan tanaman buah-buahan yang tidak hanya bermanfaat secara pribadi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi.
“Pengalaman semacam ini bisa menjadi bahan cerita yang positif di antara teman-teman dan menjadi nilai tambah dalam pergaulan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dr. Minda Sebayang dan Ikbar Pratama, Ph.D. turut menyampaikan materi tentang ekonomi mikro, mengaitkan antara pendapatan orang tua dengan biaya pendidikan dan transportasi siswa. Mereka memotivasi siswa agar lebih semangat belajar dan menjaga pergaulan sebagai bentuk kontribusi terhadap pengorbanan orang tua.

Menutup rangkaian kegiatan, Cahaya, M.Pd., membawakan perspektif keagamaan yang mengajak siswa untuk menghindari narkoba dan tawuran dengan menjadikan nilai-nilai ajaran agama sebagai landasan dalam bertindak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area. Seluruh rangkaian berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Beberapa dosen dan mahasiswa UMA juga turut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
Baca Juga :

