Mengantisipasi Serangan Hama Tikus Terhadap Tanaman Padi
Terdapat banyak aspek yang memastikan keberhasilan budidaya tumbuhan spesialnya pada tumbuhan padi, salah satunya merupakan ketepatannya dalam membaca masa pula keadaan cuaca.
Bagi prediksi BMKG yang dikutip oleh kompas. com( 23 Januari 2022), masa hujan tahun ini hendak berakhir pada bulan April 2022 dengan puncak curah hujan terjalin pada bulan Januari serta Februari 2022. Pada puncak masa hujan tahun ini, sebagian daerah merambah masa tanam MT I.
Buat mengestimasi terbentuknya lonjakan kendala serbuan organisme pengganggu tumbuhan( OPT), di sebagian daerah yang merambah masa tanam, Rachmawati sebagai periset Balai Besar Riset Tumbuhan Padi, menganjurkan supaya para petani melaksanakan sanitasi area sawahnya.
Baginya, sepanjang ini metode sanitasi ialah metode pengendalian pra tanam yang lumayan efisien buat merendahkan populasi hama serta penyakit.
Sangat beralasan memanglah, dengan gerakan sanitasi tersebut sisa- sisa tumbuhan tempat bersarangnya serta berkembangnya populasi hama dapat ditekan.
Rachmawati sebagai periset hama tikus mengatakan masa hujan diyakini selaku waktunya hama tikus melanda pertanaman padi. Dari manakah sumber tikus itu berasal? Serta gimana dapat terjalin kenaikan pesat populasinya?
Dia berkata dengan pepatah, apa yang kita tanam itu lah yang kita tuai. Dalam perihal fenomena hama tikus, disadari ataupun tidak, tanpa pengendalian yang intensif( terkoordinir serta berkepanjangan) sebetulnya kita sudah menanam sebagian ekor tikus pada masa tanam tadinya. Sehingga pada masa ini bila kita tidak melaksanakan pengendalian semenjak dini hingga kita sama dengan menuai gerombolan hama tikus. Kenapa demikian banyak? Sebab dari satu ekor tikus betina di dini masa tanam, bisa menciptakan kurang lebih 80 ekor tikus( terdiri atas anak serta cucu) di akhir masa tanam. Tidak hanya jumlahnya yang banyak, buat di sebagian posisi yang terdampak banjir, hama tikus hendak bermigrasi ke tempat yang lebih besar ataupun lebih kering sekalian tempat yang ada sumber santapan mereka.
Buat itu Rachma memohon supaya para petani tidak butuh gentar buat menghadapai tikus, dengan modal kekompakan serta keinginan buat gerakan penangkalan tentu hama tikus bisa dikendalikan.
Berikut hal- hal/ usaha- usaha yang direkomendasikan supaya langkah pengendalain bisa bernilsi efisien, ialah: sanitasi habitat, dengan mensterilkan zona pertanaman dari semak belukar, jalani gropyokan serta empos lubang sarang dengan belerang, serta yang terakhir merupakan metode pemberian umpan. Apabila membolehkan, Rachma berharap terdapat koordinasi antaranggota kelompok buat melakukan hal- hal yang hendaknya dicoba serta upayakan tercatat/ terukur ialah dengan memasang trap barrier system( TBS) serta memasang linier trap barrier system( LTBS) pada zona perbatasan buat menghalau migrasi tikus.
Terakhir Rachma berpesan supaya senantiasa tingkatkan kewaspadaan serta lebih giatkan pengendalian pada stadia tanam anakan optimal, ialah saat sebelum padi merambah fase bunting, sebab bersumber pada pengamatan serbuan hama tikus kerap terjalin pada dikala stadia padi bunting sampai masa panen.
Tag:cara ampuh usir hama tikus tanaman padi, cara membasmi hama tikus, cara mengatasi hama tikus pada tanaman padi, cara mengatasi tikus, cara mengendalikan hama tikus pada tanaman padi, cara mengusir tikus, hama tikus, mencegah serangan hama tikus, mengamankan benih padi dari serangan tikus, mengatas tikus pada tanaman, mengendalikan serangan hama tikus, obat hama tikus pada tanaman padi, racun tikus, serangan hama tikus pada padi, tikus, tikus sawah

