Belimbing Demak, Buah Ikonik yang Berukuran Besar dan Rasanya Lezat

Belimbing demak adalah salah satu varietas belimbing (Averrhoa carambola) yang berasal dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Buah ini memiliki ukuran yang besar, warna yang kuning cerah, dan rasa yang manis. Buah belimbing demak juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti kaya akan vitamin C, serat, dan kalium. Bagaimana sejarah, ciri, dan budidaya belimbing demak? Mari kita simak ulasan berikut ini.
Sejarah Belimbing Demak
Belimbing demak merupakan buah yang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Demak Bintoro, salah satu kerajaan Islam di Jawa pada abad ke-15. Konon, Sunan Kalijaga, salah seorang Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa, pernah menciptakan tembang Jawa berdasarkan inspirasi buah belimbing. Dalam tembang Lir-ilir, terdapat syair yang berbunyi, ”… Cah angon-cah angon, penekno belimbing kuwi. Lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro … ” (anak-anak gembala panjatlah pohon belimbing itu. Meskipun licin tetap panjatlah…).
Pada tahun 1980-an, belimbing demak mencapai puncak kejayaannya. Banyak petani yang menanam belimbing demak di lahan luas dan mengandalkan kehidupannya dari buah ini. Namun, sejak pertengahan 1990-an, belimbing demak mulai tergusur oleh buah-buah lain, seperti jambu air demak yang lebih mudah ditanam dan dipasarkan. Hanya sedikit petani yang tetap setia melestarikan belimbing demak, salah satunya adalah Karmono dan Ramisyah, pasangan pensiunan guru yang berasal dari Desa Betokan, Kecamatan Demak.
Ciri Belimbing Demak
Belimbing demak memiliki ciri yang berbeda dari belimbing biasa atau belimbing wuluh. Berikut adalah beberapa ciri belimbing demak :
- Ukuran buah yang besar, bisa mencapai 20 cm panjangnya dan 10 cm lebarnya.
- Berat buah yang berat, bisa mencapai 500 gram per buahnya.
- Warna buah yang kuning cerah dan berbintik-bintik cokelat.
- Rasa buah yang manis dan segar, dengan kadar gula sekitar 12 persen.
- Bentuk buah yang menyerupai bintang, dengan lima sudut yang tajam.
- Kulit buah yang tipis dan halus, mudah dikupas.
- Daging buah yang tebal dan renyah, berwarna putih dan berair.
- Biji buah yang kecil dan sedikit, berwarna cokelat dan mudah dibuang.
Belimbing demak terbagi menjadi tiga macam, yaitu demak kunir, demak kapur, dan demak jingga. Ketiga macam belimbing demak ini dibedakan berdasarkan warna buahnya. Belimbing demak kunir berwarna kuning merata, belimbing demak kapur berwarna putih merata, dan belimbing demak jingga berwarna kemerahan.
Budidaya Belimbing Demak
Budidaya belimbing demak tidak terlalu sulit, asalkan Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Pilih bibit yang sehat, kuat, dan bebas dari hama dan penyakit. Anda bisa membeli bibit belimbing demak di toko tanaman atau pasar. Pilih bibit yang sudah berumur sekitar 6 bulan dan memiliki tinggi sekitar 50 cm.
- Siapkan media tanam yang subur, gembur, dan drainase yang baik. Anda bisa menyiapkan media tanam dengan mencampur tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Jika Anda ingin menanam belimbing demak di pot, pilih pot yang cukup besar dan berlubang di bagian bawahnya.
- Tanam bibit belimbing demak di pagi atau sore hari, ketika matahari tidak terlalu terik. Buat lubang tanam dengan diameter sekitar 40 cm dan kedalaman sekitar 30 cm. Jarak antara lubang tanam sebaiknya sekitar 3 meter, agar pohon belimbing demak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, lalu tambahkan media tanam sampai hampir penuh. Kemudian pada bagian pangkal batang dipadatkan. Siram tanaman dengan air bersih sampai media tanam basah.
- Siram tanaman secara rutin 1-2 kali sehari, terutama saat musim kemarau. Jangan biarkan media tanam terlalu kering atau terlalu basah, karena bisa menyebabkan akar busuk atau jamur.
- Bersihkan gulma yang mengganggu setiap seminggu sekali, agar tidak bersaing dengan pohon belimbing demak dalam mendapatkan air dan nutrisi. Anda juga bisa menutupi permukaan media tanam dengan jerami atau sekam padi, agar gulma tidak mudah tumbuh.
- Beri pupuk NPK kurang lebih 5 gram setiap 3 bulan sekali, agar pohon belimbing demak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berbuah. Anda bisa menaburkan pupuk di sekitar batang pohon belimbing demak, lalu menyiramnya dengan air bersih.
- Lakukan pemangkasan setiap 6 bulan sekali, agar pohon belimbing demak tidak terlalu tinggi dan lebat. Pemangkasan juga berguna untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, serta menghilangkan cabang yang sakit atau mati. Anda bisa menggunakan gunting taman atau pisau tajam untuk memotong cabang yang tidak diinginkan.
- Panen buah belimbing demak setelah buah berumur sekitar 3 bulan dari bunga mekar. Buah belimbing demak yang sudah matang biasanya berwarna kuning dan berbintik-bintik cokelat. Anda bisa memetik buah belimbing demak dengan hati-hati, agar tidak merusak kulit atau daging buah. Anda juga bisa menggunakan tangga atau alat pemungut buah, jika pohon belimbing demak terlalu tinggi. Simpan buah belimbing demak di tempat yang sejuk dan kering, atau langsung konsumsi sesuai kebutuhan.
Itulah sejarah, ciri, dan budidaya belimbing demak, buah ikonik yang berukuran besar dan rasanya lezat. Belimbing demak adalah buah yang cocok untuk dikonsumsi segar, diolah menjadi jus, selai, manisan, atau acar. Belimbing demak juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti kaya akan vitamin C, serat, dan kalium. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

