Publikasi jurnal itu bukan sekadar menulis artikel lalu mengirimkannya ke editor. Banyak proses kecil yang kadang dianggap sepele, padahal justru jadi penentu apakah naskah diterima atau harus menunggu email penolakan. Di lingkungan akademik, publikasi menjadi syarat penting untuk kenaikan jabatan, …
Banyak dosen pemula sering merasa cemas saat mengirim artikel ke jurnal. Rasanya seperti mengirim tugas ke dosen paling killer yang tidak pernah tersenyum. Padahal, proses review jurnal ilmiah sebenarnya bisa dijalani dengan lebih tenang kalau sudah paham langkah-langkahnya. Artikel ini …
Menyusun artikel ilmiah sering dianggap tugas yang berat, penuh aturan, dan makan waktu lama. Padahal, kalau tahu triknya, penulisan bisa lebih cepat dan tetap berkualitas tinggi. Bahkan ketika deadline sudah di depan mata, proses penyusunan artikel masih bisa dilakukan dengan …
Menulis artikel ilmiah untuk jurnal kadang terasa seperti perjalanan panjang yang penuh kejutan. Sudah capek melakukan riset, mengolah data, sampai begadang untuk merapikan naskah, eh malah dapat balasan yang bikin lemas: “Artikel belum dapat diterima untuk publikasi.” Bukan cuma peneliti …
Publikasi jurnal selalu jadi salah satu cara paling kuat untuk meningkatkan reputasi di dunia akademik. Banyak dosen senior yang terlihat selalu berhasil menerbitkan artikel di jurnal nasional maupun internasional. Padahal, kalau dilihat lebih dekat, mereka punya pola dan kebiasaan tertentu …






